Kontrak Politik “Islami” PKS Pilpres 2009

Assalamualaikum,,

Ahlan Wassahlan, Afwan kalo antum bisa nyasar kesini saat antum cari kontrak politik PKS di Pilpres 2009 nanti dengan PD!!
Begini Ceritanya…..??

JAKARTA—Tim 5 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bertemu dengan Tim 9 Partai Demokrat (PD) di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Selasa (28/4) petang. Dalam pertemuan yang merupakan kesepakatan bersama tersebut, PKS menyampaikan draft piagam kerja sama koalisi kepada Tim 9 PD.

PKS mengedepankan pokok-pokok pikiran islami untuk dijadikan sebagai landasan penyusunan kebijakan pemerintah dalam berbagai aspek kebangsaan dan kenegaraan.“Baik untuk kerja sama di eksekutif maupun legislatif,” ujar Presiden PKS yang juga Ketua Tim 5, Tifatul Sembiring, kepada Republika, usai pertemuan.

Dia menuturkan, PKS menginginkan jika koalisi politik bisa mendukung semangat pencarian solusi masalah-masalah kebangsaan dengan pendekatan Islam.“Bahasanya, koalisi tidak menghalangi pengambilan solusi-solusi islami sebagai salah satu alternatif penyelesaian masalah bangsa,” imbuh Tifatul.

“Dalam piagam juga disebutkan agar tidak ada upaya menghalang-halangi atau memberikan kebebasan dalam berdakwah untuk perbaikan moral bangsa,” sambung Tifatul.

Masalah moral bangsa yang dimaksudkan Tifatul yaitu peredaran narkoba, praktik prostitusi, perjudian, dan penyebaran alkohol yang tidak terkontrol. Tifatul tak menampik jika semangat pencarian solusi islami tersebut juga perlu diperjuangkan dalam penyusunan konstitusi negara. “Intinya tidak menghalangi alternatif-alternatif solusi islam untuk masalah-masalah kebangsaan.”

Kecuali masalah domestik, PKS juga mengajukan usulan kesepakatan dalam keaktifan peran luar negeri Indonesia di wilayah regional dan internasional. Masalah penguatan kerja sama Asean, Asia, dan perdamaian konflik di Timur Tengah menjadi bidikan utama proposal politik PKS.

Khusus untuk isu perdamaian di Timur Tengah, PKS ingin ada kesepakatan anggota koalisi guna mempercepat kemerdekaan Palestina. “Palestina kan tempat lahirnya Imam Syafii, perjuangan untuk kemerdekaan Palestina tentu harus pula mendapatkan dukungan,” imbuh Tifatul.

Dia menambahkan, piagam kerja sama koalisi PKS akan dipelajari Tim 9 PD. Dalam satu-dua hari ke depan, Tim 9 berjanji akan memberikan tanggapan atau penawaran-penawaran kontrak politik untuk perwujudan koalisi.

“Kontrak ini kan bukan PKS saja yang mengajukan, nanti Demokrat dan mitra koalisi lainnya turut membahas atau bahkan mengajukan draftnya sendiri. Setelah sepakat baru ijab kabul koalisi,” tandas Tifatul seraya menegaskan piagam kerja sama akan dibuka secara umum setelah ada kesepakatan.

dikutip dari :
http://republika.co.id/berita/47018/PKS_Ajukan_Kontrak_Politik_Islami

Pilihlah “dia” Karena Agamanya !

Perasaan bahagia menyelimuti hati Faizul Haq-bukan nama sebenarnya. Kebahagiaan yang sulit untuk ia lukiskan. Barangkali, hari itu adalah hari yang paling bersejarah dalam hidupnya, hari yang penuh suka cita. Hari dimana ia telah dipertemukan dengan dambaan hati, ‘buruan’ cinta. Senyum mengembang di langit wajahnya.
Bahkan air mata bahagia dan haru menetes mengairi taman hatinya yang rindu akan belaian cinta dan kasih sayang. Ia telah berani melangkah, demi menyelamatkan iman, agama dan hatinya.
Mesjid Assalam di Kairo menjadi saksi bisu akad nikah dan walîmatul ‘urs Faizul Haq dengan Sabira Husna-bukan nama sebenarnya. Hari dimana dua makhluk Allah bertemu dalam cinta kasih yang sah, terikat dalam mîtsâqan ghalîzhan. Kepada kedua pengantin setangkai bunga do’a dari hati yang tulus kami persembahkan, “Bâkarakallâhu laka, wabâraka ‘alaika, wajama’a bainakumâ fî khairin.” Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah, amin.
Faiz telah menempuh jalan yang lurus, jalan yang selamat dan diridhai Allah. Jalan orang-orang yang merindukan kejernihan hati dan ketentraman jiwa. Berbeda dengan mereka yang menempuh jalan menyimpang. Jalan orang-orang yang hatinya telah dikotori oleh kotoran setan dan nafsu. Orang-orang tertipu yang memilih kesenangan sesaat. Jalan laki-laki yang pengecut, pengumbar hawa nafsu dan jalan wanita-wanita yang bodoh, yang suka mengobral dan menjual kemuliaan diri.
Tidak dipungkiri, Faizul Haq telah merancang dari jauh hari bagaimana ia menyiapkan hari yang bersejarah dalam hidupnya. Bagaimana ia menyiapkan segala keperluan untuk pernikahan. Mulai dari ilmu, mental, finansial, dan kesehatan fisik. Barangkali keinginan menikah telah menjadi humum Faiz sejak beberapa tahun kebelakang, sebagaimana yang juga bergejolak dalam hati banyak anak muda. Kerinduan yang tak lagi tertahankan untuk berjumpa sang kekasih dambaan jiwa. Kerinduan untuk bisa memadu hati, menumpahkan segala keluh-kesah dan gelora jiwa.
***
Baca lebih lanjut

Ia Datang Tak Mengetuk Pintu Lebih Dulu !!

Seorang pemuda di Damaskus telah bersiap-siap untuk melakukan perjalanan. Dia memberi tahu ibunya bahwa waktu take off pesawat adalah jam sekian. Ibunya diminta membangunkannya jika telah dekat waktunya. Dan pemuda itu pun tidur.

Sementara itu, si ibu mengikuti berita cuaca dari radio yang menjelaskan bahwa angin bertiup kencang dan langit sedang mendung. Sang ibu merasa sayang terhadap anak satu-satunya itu. Karenanya, dia tidak membangunkan anaknya dengan harapan dia tidak jadi pergi pada hari itu, lantaran cuaca sangat tidak mendukung itu. Dia takut akan terjadi peristiwa yang tidak diinginkan.

Ketika dia sudah yakin bahwa waktu perjalanan telah lewat dan pesawat telah tinggal landas, ibu itu bermaksud membangunkan anaknya. Ternyata si anak telah meninggal di tempat tidurnya. [1]

***

Di negeri Syam ada seorang laki-laki yang memiliki truk Lorie. Ketika truk itu dijalankan, tanpa diketahuinya di atas badan truk itu ada orang. Truk itu mengangkut peti yang sudah siap untuk menguburkan mayat. Sedangkan di dalam peti itu terdapat kain yang bisa digunakan sewaktu-waktu dibutuhkan.

Tiba-tiba hujan turun dan air mengalir deras. Orang itu pun bangun dan masuk ke dalam peti, dan membungkus dirinya dengan kain yang ada di dalam peti. Kemudian di tengah perjalanan ada seorang yang lain naik menumpang ke bak truk itu di samping keranda. Dia tidak tahu bahwa di dalam peti itu ada orang.

Hujan belum berhenti. Orang yang kedua ini mengira bahwa dirinya hanya sendirian di dalam bak truk itu. Tiba-tiba dari dalam peti ada tangan terjulur—untuk memastikan apakah hujan sudah berhenti atau belum. Ketika tangan itu terjulur, kain yang membungkusnya juga terjulur keluar. Si penumpang itu kaget dan takut bukan kepalang. Dia mengira bahwa mayat yang ada di dalam peti itu hidup kembali. Karena takutnya, dia terjungkal dari truk dengan posisi kepala di bawah. Dan, mati. [2]

***

Baca lebih lanjut

Ikhwanul Muslimin dan Politik

Al-Banna menjelaskan bahwa dikotomi agama dan politik merupakan virus-virus yang bersumber dari Barat yang telah menular kepada para pemimpin dan pejabat pemerintahan di negeri-negeri Islam.

Dari Buku: Fikih Politik Menurut Imam Hasan Al-Banna. Penulis: Dr. Muhammad Abdul Qadir Abu Faris.

Islam Versi Barat Imperalis Kondisi yang sangat dipahami Imam Hasan Al-Banna sehingga Beliau merasa perlu untuk mengingatkan umat Islam agar selalu berhati-hati terhadap kondisi tersebut ialah invasi dan serangan Barat terhadap Islam dan upaya pendistorsian konsep Islam. Sementara di sisi lain, usaha Barat untuk mendiskreditkan Islam dengan memberikan embel-embel terhadap umat Islam sebagai kaum terjajah dan terhina. Artinya, memvisualisasikan Islam pada dunia Internasional sebagai agama yang identik dengan ibadah ritual semata dan tak terkait sama sekali dengan pemerintahan, kekuasaan, kekuatan militer, politik dan jihad. Sehingga dalam agamanya, umat Islam tidak dituntut melakukan perjuangan bela negara dan usaha memerdekakannya dari cengkeraman tangan-tangan perampas hak mereka. Namun kondisi yang pantas disayangkan, pemahaman yang sangat getol dikampanyekan oleh Barat dan kaum imperealis ini, akhirnya benar-benar tersebar di kalangan umat Islam dan mereka hanya diam dan tak berbuat apa-apa, seolah mereka terkesan sepakat dengan pemahaman tersebut. Sehingga mereka mengambil sikap menjauh dari hukum dan politik, konsep jihad, persiapan angkatan militer dan perlawanan layaknya orang-orang bodoh dan takut yang berlepas diri dari kewajiban-kewajiban mereka dalam Islam.

Baca lebih lanjut

Kenapa Sih Berita Ini Lagi……..dan lagi Judulnya

Lagi-lagi berita pencabulan. ” Gara-gara telat, seorang siswi dicabuli Kasek”, begitulah kira-kira judul berita yang saya baca. Sepertinya berita seperti ini hampir setiap hari menghiasi media. Dari seorang kakek tua, penjaga warnet, kepala sekolah, guru, pembantu, belum lagi seorang ustadz atau guru ngaji. Malah yang lebih ngeri lagi pelaku itu adalah ayahnya sendiri. Mengapa mereka melakukannya……..????????? Apalagi jika ditanya, paling-paling jawabannya khilaf aja. Semudah dan semurah itukah mereka menghargai kegiatan amoral dan penuh dosa yang mereka lakukan.

Saya jadi ngeri sendiri, bukan apa-apa! Karena allah menganugerahi kami seorang anak perempuan. Saya merasa jadi sangat khawatir akan masa depannya besok. Meski masih banyak orang-orang yang masih punya hati nurani. Bagaimana tidak khawatir, karena kejahatan seperti ini membuat korban shock, kehilangan percaya diri, trauma, tambah lagi luka fisik yang dialami.

Kok bisa terjadi?!
Atau mungkin hal ini kerap terjadi karena kelalaian dari sebagian besar kaum “kita” perempuan yang asyik mengikuti ajakan syetan untuk tidak menaati perintah Allah, yaaaaaach… setidaknya lalai tidak menutup auratnya dengan pakaian yang rapi dan syar’i. Sehingga mengundang syahwat para lawan jenis. Yang namanya lelaki entah itu guru, ustadz, pembantu, ayah dan semuanya adalah dari jenis manusia yang diberikan nafsu oleh Allah. “Namanya juga dipancing, ya nyanthol!!” meski masih ada yang mampu menahannya dengan kekuatan iman.

Terus kalau perempuannya sudah rapi dan tertutup, lantas masih terjadi juga masalah yang demikian ini, bagaimana?

“ya……..syetan laki-lakinya yang pegang peranan”

Ya allah …..
Seandainya para mahluk perempuan ke pasar dengan berjilbab
Menunggu bis di halte dengan berjilbab
Yang ke kantor, yang ke sekolah, yang arisan, yang…. semuanya dengan berjilbab
Alangkah indahnya

Apalagi sang adam mampu membendung nafsunya dengan keimanan

Yang menjadi ayah mampu membimbing keluarga dan menjaga anak-anak perempuanya

Yang guru mampu menjadi teladan

Yang penbantu, yang jadi OP, yang tukang ojek, yang jadi kontraktor dan yang jadi semuanya….jika hatinya dipenuhi keimanan

Alangkah indahnya

Dan aku tak perlu khawatir akan masa depan anak-anak perempuanku. Karena aku tahu dari kejahatan amoral dan penuh dosa ini para perempuanlah yang jadi korban. Bukankah kita tak ingin kasus kasus seperti ini kerap muncul di berbagai media? Mari yang perempuan, batasi dan tutuplah auratmu, jangan kau jadikan pajangan! Karena itu takkan pernah menjadikanmu lebih terhormat, melainkan malah akan mendatangkan bencana bagimu baik bencana dunia lebih-lebih bencana alam akhirat.