Keutamaan Membaca Alqur’an

Para fuqoha telah bersepakat bahwa membaca Al Qur’an lebih utama daripada dzikir-dzikir maupun wirid-wirid lain yang dikhususkan pada suatu masa atau tempat tertentu, sebagaimana ditunjukkan oleh al qur’an maupun sunnah. Diantaranya firman Allah swt :

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يِهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

Artinya : “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al Isra : 9)

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إَلاَّ خَسَارًا

Artinya : “Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al Isra : 82)

لَوْ أَنزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya : “Kalau sekiranya kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (QS. Al Hasyr : 21)
Baca lebih lanjut

Hukum Bisnis MLM dan Money Game (Bagian Pertama)

Semua bisnis termasuk yang menggunakan sistem MLM dalam literatur syari’ah Islam pada dasarnya termasuk kategori muamalat yang dibahas dalam bab Al-Buyu’ (Jual Beli) yang hukum asalnya secara prinsip adalah boleh berdasarkan kaidah fiqih, sebagaimana dikemukakan Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, “Pada dasarnya semua ibadah hukumnya haram, kecuali kalau ada dalil yang memerintahkannya, sedangkan asal dari hukum transaksi danmu’amalah adalah halal kecuali kalau ada dalil yang melarangnya”. (I’lamul Muwaqi’in 1/344).

Hal itu tentunya selama bisnis yang dilakukan memenuhi unsur syariah yaitu bebas dari unsur-unsur haram di antaranya;
Riba (Transaksi Keuangan Berbasis Bunga); Dari Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Riba itu memiliki tujuh puluh tiga pintu yang paling ringan adalah semacam dosa seseorang yang berzina dengan ibunya sendiri” (HR. Ahmad 15/69/230, lihat Shahihul Jami 3375)
Gharar (Kontrak yang tidak Lengkap dan Jelas); Dari Abu Hurairah ra. berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam melarang jual beli gharar”. (HR. Muslim)
Penipuan (Tadlis/Ghisy); Dari Abu Hurairah ra. berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam melewati seseorang yang menjual makanan, maka beliau memasukkan tangannya pada makanan tersebut, ternyata beliau tertipu. Maka beliau bersabda, “Bukan termasuk golongan kami orang yang menipu”. (HR. Muslim 1/99/102, Abu Daud 3435, Ibnu Majah 2224)
Perjudian (Maysir atau Transaksi Spekulatif Tinggi yang tidak terkait dengan Produktivitas Riil); Firman Allah Taala:
“Hai orang-orang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib, adalah perbuatan syaithan maka jauhilah.” (Al-Maidah: 90)

Kezhaliman dan Eksploitatif (Zhulm). Firman Allah: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil…” (An-Nisa:29) Barang/Jasa yang dijual adalah berunsur atau mengandung hal yang haram. Dari Ibnu ‘Abbas ra. berkata,”Rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah apabila mengharamkan atas suatu kaum untuk memakan sesuatu, maka Dia pasti mengharamkan harganya”. (HR. Abu Dawud dan Baihaqi dengan sanad shahih) (Lihat Majmu’ Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Zadul Ma’ad Imam Ibnul Qayyim 5/746, Al-Burnu, Al-Wajiz fi Idhah Qawa’id Al-Fiqh, hal. 191, 197, Asy-Syaukani, Irsyadul Fuhul, hal. 286, As-Suyuthi, Al-Asybah wan Nadzair, hal. 60)
Allah SWT. berfirman:
“Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (Al-Baqarah:275)
“Tolong menolonglah atas kebaikan dan taqwa dan jangan tolong menolong atas dosa dan permusuhan.” (Al-Maidah:2)
Sabda Rasulullah saw: “Perdagangan itu atas dasar sama-sama ridha.” (HR. Al-Baihaqi dan Ibnu Majah)
“Umat Islam terikat dengan persyaratan yang mereka buka.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Hakim)

Baca lebih lanjut

Begitu Mulianya Sang Pemaaf

Begitu Mulianya Sang Pemaaf

Mungkin ada yang sudah pernah dengar cerita ini…
buat yang belum tau mungkin berguna…
buat yang sudah tau ya sekedar mengingatkan saja…

Ceritanya kurang lebih begini…
Suatu saat datanglah seorang sahabat kepada rasulullah…
rasulullah berkata padanya, apakah engkau ingin melihat salah seorang penghuni surga…dia belum meninggal, tapi namanya sudah tercantum di pintu surga…

siapakah dia, kata sahabat…
kemudian rasulullah menunjukkan seorang…
seorang yang cuma kuli panggul saja…

sang sahabat penasaran…
ia mendatangi si kuli panggul ini…
ia berkata, sobat bolehkah saya menginap di rumahmu…
saya tidak punya rumah yang bagus, kata si kuli panggul…
rumah saya begitu jelek, lanjutnya…

sahabat berkata, tidak apa-apa… saya punya masalah dengan keluarga saya…
jadi saya perlu tinggal di luar rumah beberapa saat…
Oooh… boleh saja, kata sang kuli panggul…

sebenarnya sahabat tidak mempunyai masalah dengan keluarganya…
ia hanya ingin mengetahui apa yang diperbuat sang kuli panggul di
malam hari sehingga namanya sudah tercatat di pintu surga…
padahal ia saja yang setiap malam bangun sholat dan berdzikir,
rasulullah tidak mengatakannya sebagai penghuni surga…

jadilah sang sahabat menginap di rumah sang kuli panggul…
malam pertama lewat begitu saja… sang kuli panggul bahkan tidak bangun
malam… ia tidur terlelap saja… setelah sholat isya…

sang sahabat makin penasaran…
malam kedua juga begitu…
sang kuli terlelap dengan enaknya…
malahan sampai mendengkur…
ia sama sekali tidak bangun malam…

sampai malam ketiga tidak ada perubahan…
sahabat akhirnya mendatangi rasulullah…
mengadukan semua kejadian itu…

rasululah berkata, tanyalah kepadanya mungkin dia punya amalan
tertentu…
sahabat kembali mendatangi sang kuli panggul…
si kuli panggul berkata, aku tidak punya amalan tertentu…
paling-paling tiap malam aku hanya berdoa pada Allah…

sahabat kembali kepada rasulullah dan mengatakan semua itu…
rasulullah berkata, ya doa itulah yang mengakibatkan ia tercantum
sebagai penghuni surga…

sahabat dengan rasa penasaran yang makin memuncak kembali mendatangi si kuli panggul dan menanyakan doa apa yang ia panjatkan setiap malam…

si kuli panggul berkata, di dalam doa saya berkata bahwa
saya memaafkan orang-orang yang telah menyakiti saya, orang-orang yang berbuat salah pada saya baik sengaja maupun tidak sengaja, sesungguhnya saya ingin meniru sifat-sifat Allah, sifat-sifat pengasih (arrahman) dan penyayang(arrahim)
yaitu sifat Allah yang memaafkan hambanya yang melakukan kesalahan.
Kemudian saya tidur dengan hati yang bersih… sehingga tidur saya pun begitu nyenyak dan tentram…

sahabat mengatakan semua itu pada rasulullah…
rasulullah berkata, ya orang itu tercantum namanya di pintu surga
karena doanya itu…
ia adalah orang yang begitu bersih hatinya…
kebersihan hati dan rasa pemaaf itulah yang membuat Allah mencantumkan namanya di pintu surga…

subhanallah…