‘Bensin Miskin’ Rencana Nama Baru Premium

PT Pertamina (Persero) menyatakan siap mengganti nama bahan bakar minyak (BBM) non subsidi, yang biasa disebut Premium menjadi ‘Bensin Miskin’. Namun, Pertamina masih menunggu arahan dari pemerintah.

Demikian disampaikan oleh VP Corporate Communication Pertamina, Mochammad Harun kepada detikFinance ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (2/4/2011).

“Ya silahkan saja sebetulnya, kita sih tinggal nunggu perintah saja kalau memang ingin seperti itu, kita kan hanya operator saja,” katanya.

Ia menambahkan, perubahan nama tersebut tidak bisa dilakukan secara langusng. Pasalnya, ada beberapa bagian yang memerlukan biaya, seperti mengganti papan nama dan tulisan pada dispenser BBM.

“Yang pasti untuk mengubah itu (Premium jadi Bensin Miskin) membutuhkan dana juga, kan itu berlaku untuk seluruh outlet (SPBU) di Indonesia,” ujarnya.

Harun menyampaikan, masalah terkait BBM bersubsidi ini sebetulnya kembali ke masyarakat saja. “Ini kembali ke masyarakat saja, supaya yang punya cukup kemampuan untuk membeli Pertamax tetap membeli Pertamax, dan yang membeli Premium yang disubsidi adalah masyarakat yang seharusnya menerima subsidi,” terang Harun.

Harun menambahkan, regulasi yang jelasnya untuk mengatur pembelian Premium memang belum ada, sehingga Pertamina tidak bisa memaksa konsumen mana yang seharusnya boleh membeli Premium dan tidak.

“Intinya kita edukasi terus saja, kita beri informasi dengan baik kepada mereka dengan cara yang lebih baik terkait BBM Bersubsidi tersebut. Kita gak mungkin menyakiti hati konsumen,” tambahnya.

Seperti diketahui, pada saat pidato dalam acara Sosialisasi Pengendalian BBM Bersubsidi (31/3/2011), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Darwin Zahedy Saleh sempat melontarkan pernyataan bahwa nama BBM Premium itu lebih baik diganti menjadi ‘Bensin Miskin’.

Darwin sepertinya berniat menyadarkan masyarakat yang seharusnya mampu membeli Pertamax, namun masih saja mengkonsumsi Premium sebagai salah satu BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan kepada masyarakat yang berhak.

Sementara itu, pengamat menilai nama Premium diganti menjadi ‘Bensin Miskin’ dinilai tidak bijaksana dan cenderung merendahkan masyarakat. Meskipun niatnya menyadarkan masyarakat yang mampu supaya tidak mengkonsumsi Premium.

http://www.detikfinance.com/read/2011/04…in-miskin-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: